Abstract Digitalization and data-driven decision-making present a new theological challenge for the church. Data can strengthen ministerial accountability, yet it may also become a rival authority when metrics, algorithms, and quantitative indicators determine the meaning of ecclesial success. This article employs a qualitative-descriptive approach with theological-critical analysis of literature on datacracy, datafication, algorithmic governance, metric fixation, digital church practices, and Christian ethics. The study argues that the main issue is not the use of data itself, but the shift of data from a diagnostic tool into a quasi-sovereign authority within ecclesial discernment. This article proposes a data-informed, Spirit-led church model, an ecclesial paradigm that treats data as testimony to be interpreted rather than a verdict to be obeyed. The model emphasizes human dignity as imago Dei, communal discernment, ethical data governance, and accountability before Christ amid metric-driven ministry. Abstrak Digitalisasi dan pengambilan keputusan berbasis data menghadirkan tantangan teologis baru bagi gereja. Data dapat menolong gereja meningkatkan akuntabilitas pelayanan, tetapi juga berisiko menjadi otoritas tandingan ketika metrik, algoritma, dan indikator kuantitatif menentukan makna keberhasilan gerejawi. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis teologis-kritis terhadap literatur tentang datakrasi, datafikasi, tata kelola algoritmik, fiksasi metrik, gereja digital, dan etika Kristen. Kajian ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terletak pada penggunaan data, melainkan pada perubahan fungsi data dari alat diagnostik menjadi otoritas quasi-berdaulat dalam discernment gereja. Artikel ini menawarkan model data-informed, Spirit-led church, yaitu paradigma gerejawi yang menempatkan data sebagai kesaksian yang perlu ditafsirkan, bukan sebagai vonis yang harus ditaati. Model ini menegaskan pentingnya martabat manusia sebagai imago Dei, discernment komunal, tata kelola data etis, dan akuntabilitas kepada Kristus.
Copyrights © 2026