Abstract The secular view of death leads people to misunderstand death as merely the end of existence, it leads people to have lack of appreciation of their lives or the lives of others, resulting in acts of suicide or murder others, which is disrespect God's sovereignty. This study used a qualitative method with a multidisciplinary integrated literature review approach and historical-grammatical hermeneutic exegesis with a narrative based on the analysis of 16 Bible verses from the Old and New Testaments about the meaning of death, as well as practical theological implications for Christian faith in everyday life. Awareness of death helps Christians understand that death is not merely a biological end, but part of God's plan that leads to the fulfillment of eternal life and transforms Christians to live meaningfully and be better prepared to face death with firm faith and eschatological hope of eternal life with God. This study contributes to deepening understanding and enriching theological reflection on the nature of life, death, and resurrection in the light of Christ's work of salvation, also serves as a pastoral basis for serving congregations who are grieving or facing death by reaffirming the value of life as a gift from God and rejecting all forms of violence or murder that demean human dignity. Abstrak Pandangan sekuler tentang kematian sebagai akhir eksistensi mengakibatkan manusia tidak sungguh-sungguh memaknai kehidupannya ataupun kehidupan orang lain, sehingga terjadi tindakan bunuh diri ataupun tindakan membunuh orang lain yang tidak menghormati kedaulatan Allah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka integrasi multidisipliner dan eksegesis hermeneutik historis-gramatikal dengan narasi berbasis analisis 16 ayat Alkitab dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang makna kematian, serta implikasi teologis praktis terhadap iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan kematian menolong orang Kristen memahami bahwa kematian bukan sekadar akhir biologis, melainkan bagian dari rencana Allah yang menuntun pada penggenapan hidup kekal dan mentransformasi orang Kristen untuk hidup dengan penuh makna dan lebih siap menghadapi kematian dengan iman yang teguh serta pengharapan eskatologis akan kehidupan kekal bersama Tuhan. Penelitian ini berkontribusi memperdalam pemahaman dan memperkaya refleksi teologis tentang hakikat hidup, kematian, dan kebangkitan dalam terang karya keselamatan Kristus, juga menjadi dasar pastoral dalam pelayanan kepada jemaat yang berduka atau menghadapi kematian dengan menegaskan kembali nilai kehidupan sebagai anugerah Allah dan menolak segala bentuk kekerasan maupun pembunuhan yang merendahkan martabat manusia.
Copyrights © 2026