Permasalahan sanitasi lingkungan pasca banjir masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Desa Helvetia, Kabupaten Deli Serdang. Banjir menyebabkan terganggunya fasilitas sanitasi dasar, keterbatasan air bersih, serta pengelolaan limbah rumah tangga yang belum optimal sehingga meningkatkan resiko penyakit berbasis lingkungan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis faktor sanitasi tang berhubungan dengan kejadian penyakit di Desa Helvetia. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectitonal pada 50 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 56% masyarakat mengalami penyakit setelah banjir, terutama diare dan infeksi kulit. Faktor yang terbukti berhubungan signifikan dengan kejadian penyakit adalah kondisi drainase (p=0,020), persediaan air darurat (p=0,014), dan penampungan air darurat (p0,001). Sementara itu, sumber air, jenis jamban, dan keberadaan TPS tidak menunjukkan hubungan bermakna. Sanitasi yang tidak memadai berkontribusi besar terhadap munculnya penyakit pasca banjir. Peningkatan kualitas sanitasi, penyediaan air bersih darurat, dan edukasi PHBS menjadi langkah strategis untuk menurunkan resiko kesehatan di wilayah rawan banjir.
Copyrights © 2026