Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dibangun sebagai infrastruktur pengendali banjir, penyedia air baku, dan irigasi. Namun, pada beberapa kejadian banjir di hilir Sungai Banyuasin, wilayah Rembang, muncul persepsi bahwa operasional Bendungan Randugunting turut berkontribusi terhadap peningkatan debit banjir di daerah hilir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan klarifikasi ilmiah terhadap dugaan pengaruh Bendungan Randugunting terhadap banjir di hilir Sungai Banyuasin Rembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi pelepasan air bendungan terhadap debit puncak banjir di Sungai Banyuasin. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak Hydrologic Engineering Center–Hydrologic Modeling System (HEC-HMS), dan analisis hidrolika dengan bantuan model Hydrologic Engineering Center–River Analysis System (HEC-RAS) 2D untuk memodelkan genangan banjir. Hasil analisis pelepasan air Bendungan Randugunting, dapat disimpulkan bahwa waduk dapat menahan banjir di hulu, meredam sehingga rilis banjir cukup kecil dg kemampuan reduksi ±70% pada simulasi kala ulang 50th (outflow 63,4 m³/dt). Namun Kali Padas dengan luas Catchment area 2 (dua) kali luas DTA (Daerah Tangkapan Air) bendungan, menghasilkan pelepasan air sebesar 146 m3/dt. Melalui justifikasi teknis, banjir di daerah hilir waduk dipengaruhi oleh pelepasan air Kali Padas. Kondisi Kali Padas yang tanpa bangunan penahan banjir, diprediksi sebagai sumber limpasan terbesar penyebab banjir di pohlandak dan krikilan.
Copyrights © 2026