Perkembangan pemikiran postmodern telah menghadirkan tantangan epistemologis yang signifikan bagi pedagogi Biblika, khususnya melalui relativisme kebenaran yang mempertanyakan otoritas Alkitab sebagai sumber kebenaran normatif. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan pedagogis yang mampu mempertahankan kesetiaan terhadap wahyu Alkitab sekaligus membuka ruang dialog dengan ilmu pengetahuan dan realitas kontemporer. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi iman dan ilmu dalam pedagogi Biblika sebagai respons terhadap ketegangan antara otoritas Alkitab dan relativisme postmodern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai literatur primer dan sekunder yang relevan dengan tema otoritas Alkitab, epistemologi Kristen, postmodernisme, hermeneutika, serta integrasi iman dan ilmu. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi literatur, seleksi sumber, kategorisasi tema, analisis hermeneutik dan analisis isi, serta sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan apologetis-dogmatis maupun pendekatan kontekstual-relativistik masih memiliki keterbatasan dalam merespons tantangan epistemologis masyarakat postmodern. Sebagai alternatif, penelitian ini menghasilkan model integrasi iman dan ilmu yang dibangun atas tiga komponen utama, yaitu Alkitab sebagai pusat normatif, ilmu pengetahuan sebagai mitra dialogis, dan pengalaman peserta didik sebagai ruang hermeneutik yang diintegrasikan melalui kerangka multiperspektival. Model ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan pedagogi Biblika yang dialogis, reflektif, kontekstual, dan tetap berlandaskan pada otoritas Alkitab.
Copyrights © 2026