Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena krisis moral peserta didik di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan intelektual era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model integrasi dimensi kognitif (al-aql) dan afektif (al-qalb) dalam pemikiran Imam Al-Ghazali sebagai solusi transformasi pendidikan moral. Menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan analisis isi, penelitian ini mengkaji kitab Ihya Ulumuddin serta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi moral menuntut sinkronisasi antara pemahaman intelektual dan kesadaran batin (al-ilmu al-amali), dengan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) sebagai fondasi afektifnya. Implementasi praktisnya di kelas dilakukan melalui metode pembiasaan terstruktur, kisah inspiratif, dan keteladanan pendidik (al-qudwah).
Copyrights © 2026