Gangguan fungsi hati berkaitan erat dengan kerusakan hati. Hati rentan mengalami kerusakan karena terpapar bahan-bahan yang bersifat toksik. Rifampisin dan isoniazid merupakan obat anti tuberkulosis lini pertama namun juga merupakan senyawa hepatotoksik yang paling potensial. Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki senyawa antioksidan yang berfungsi untuk menangkal radikal bebas. Antioksidan yang terkadung dalam Virgin Coconut Oil dapat berfungsi sebagai hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek hepatoprotektif dari Virgin Coconut Oil pada tikus yang diinduksi isoniazid dan rifampisin. Penelitian ini menggunakan 25 tikus Rattus Norvegicus yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu : kontrol normal hanya diberi aquadest, kontrol positif diberi Curcuma Force 3,6 mg/KgBB/hari setelah 1 jam dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, kontrol negatif diberi isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan 1 diberi VCO 1 ml/KgBB/hari setelah 1 jam dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari, dan perlakuan 2 diberi VCO 3 ml/KgBB/hari setelah 1 jam, dilanjutkan dengan pemberian isoniazid 100 mg/KgBB/hari dan rifampisin 100 mg/KgBB/hari. Perlakuan dilakukan setiap hari selama 14 hari, selanjutnya dilakukan pembedahan dan pengambilan darah. Sampel darah untuk pemeriksaan biomarker kerusakan hati (TB, ALT, AST). Data dianalisis memakai one way-ANOVA lalu memakai Post Hoc Turkey HSD. Hasil penelitian menunjukkan perubahan nilai ALT, AST dan total bilirubin pada hewan uji menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik (p
Copyrights © 2026