Penelitian ini membahas strategi Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Yonzipur 5/ABW) dalam pelaksanaan Satgas Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia untuk membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Kalimantan Barat. Permasalahan utama adalah keterbatasan infrastruktur, akses layanan dasar, dan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Penelitian bertujuan menganalisis tugas, hambatan, dan strategi yang diterapkan Yonzipur 5/ABW. Penelitian dilakukan di wilayah perbatasan darat Kalimantan Barat dengan metode kualitatif melalui wawancara, studi dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dilaksanakan melalui pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, serta pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan teritorial. Kendala meliputi faktor geografis, keterbatasan logistik, dan sumber daya. Strategi berbasis koordinasi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya terbukti mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan wilayah.
Copyrights © 2026