Penelitian ini menganalisis strategi soft power yang diterapkan oleh Yonif 731/Kabaresi dalam Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Ops Pamrahwan) di Maluku. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk kerawanan wilayah, menganalisis pendekatan soft power yang diterapkan satuan, serta menentukan indikator keberhasilan pendekatan tersebut dalam mendukung stabilitas keamanan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Maluku dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi terhadap personel Yonif 731/Kabaresi, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerawanan di Maluku bersifat multidimensional, meliputi residu konflik, kesenjangan layanan antar pulau, keterisolasian geografis, serta kerawanan informasi. Pendekatan soft power melalui diplomasi militer dan pembinaan teritorial terbatas mampu memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat kohesi sosial sehingga berkontribusi pada stabilitas keamanan wilayah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026