Operasi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghadapi lingkungan operasi yang semakin kompleks sehingga menuntut efektivitas komando dan pengendalian yang adaptif. Pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Task Force Bravo Satgas Yonmek Konga TNI memerlukan dukungan sistem informasi yang mampu meningkatkan kesadaran situasional dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan komando dan pengendalian dengan sistem C2, menganalisis dukungan sistem C4ISR, serta merumuskan strategi pemanfaatan C4ISR dalam operasi Task Force Bravo di Lebanon. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi tidak langsung, dan studi dokumentasi dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem C2 masih menjadi fondasi utama, sementara pemanfaatan C4ISR belum terintegrasi secara optimal. Kesimpulannya, peningkatan efektivitas komando dan pengendalian memerlukan strategi pemanfaatan C4ISR yang terintegrasi melalui penguatan organisasi, prosedur, serta kompetensi sumber daya manusia.
Copyrights © 2026