Kajian tentang makna dan struktur entri kamus pada leksikon kekerabatan masyarakat Mandailing menjadi penting karena masyarakat ini menghitung hubungan keluarga dari pihak ayah. Kekayaan leksikon yang digunakan untuk menyebut anggota keluarga menunjukkan hal tersebut, namun dokumentasinya dalam bentuk kamus masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur entri kamus dan menganalisis komponen makna leksikon kekerabatan Mandailing melalui pendekatan etnosemantik dan analisis komponensial. Data dikumpulkan dari kamus idiom bahasa Mandailing dan wawancara dengan penutur asli di Lembaga Adat Budaya Mandailing Medan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan struktur entri kamus terdiri atas lema, kelas kata, definisi, dan variasi penggunaan. Analisis komponensial mengungkapkan leksikon seperti amangtua, amanguda, namboru, dan anak boru memiliki fitur semantik generasi, garis keturunan, jenis kelamin, dan status pernikahan yang mencerminkan tingkatan dalam masyarakat. Leksikon ini tidak sekadar penanda hubungan keluarga, melainkan juga mengandung nilai budaya dan pengaturan peran dalam struktur sosial Dalihan Na Tolu. Dokumentasi ini berkontribusi pada pelestarian bahasa Mandailing dan pengembangan leksikografi bahasa daerah di Indonesia.
Copyrights © 2026