Industri makanan tradisional seperti produksi rengginang memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat desa. Namun, proses produksinya menghasilkan limbah minyak goreng bekas (minyak jelantah) yang sering dibuang tanpa pengolahan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pengolahan limbah yang tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi atau lilin penerangan bernilai ekonomis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan eksperimen sederhana dan analisis ekonomi untuk mengkaji potensi pengolahan minyak jelantah menjadi lilin. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengolahan limbah ini berpotensi mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2026