Pendidikan karakter pada anak usia dini memerlukan sinergi antara keluarga dan sekolah serta pendekatan kontekstual. Namun, pengajaran Al-Qur’an masih berfokus terutama pada membaca dan menghafal, sehingga pengembangan akhlak Qur’ani belum optimal. Penelitian ini mengkaji penerapan Gharsul Qiyam dalam kurikulum At-Tibyan untuk menanamkan akhlak Qur’ani pada anak usia dini. Pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan di TAUD SaQu Zidna Ilma, Depok, yang melibatkan 25 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, orang tua, dan anak-anak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa akhlak Qur’ani ditanamkan secara holistik melalui integrasi lima pilar At-Tibyan, yaitu tilawah, hifzh, tadabbur, amal, dan tabligh, yang diimplementasikan melalui tahapan Gharsul Qiyam yang terdiri dari tayaqquzh, ta’aqqul, takhalluq, dan tamatsul. Proses ini diperkuat oleh pembiasaan harian, teladan guru, kegiatan tematik, evaluasi berkelanjutan, hidden curriculum, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gharsul Qiyam dalam kurikulum At-Tibyan berfungsi sebagai strategi sistematis untuk menanamkan akhlak Qur’ani pada anak usia dini.
Copyrights © 2026