Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pola kegiatan ayah perokok yang berpotensi memengaruhi stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan utama penelitian ini adalah menggambarkan pola kegiatan ayah perokok terhadap stimulasi motorik kasar anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan tiga ayah perokok dan tiga anak usia dini sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intensitas, waktu, dan kebiasaan merokok ayah memengaruhi kuantitas serta kualitas stimulasi motorik kasar yang diterima anak. Ayah dengan intensitas merokok rendah cenderung lebih aktif memberikan stimulasi fisik dibandingkan ayah dengan intensitas merokok tinggi. Disimpulkan bahwa pola kegiatan ayah perokok berkaitan dengan kualitas stimulasi motorik kasar anak usia 4–6 tahun.
Copyrights © 2026