Di era teknologi modern, penggunaan gawai telah mengubah cara anak-anak usia PAUD berkomunikasi satu sama lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pembelajaran berbasis tiga elemen main pada anak-anak berusia lima hingga enam tahun. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan, dan informan adalah satu guru dan dua belas anak. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi selama 3 x 90 menit, dan studi dokumen menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan tiga unsur utama perkembangan bahasa di PaudQu Daarul Ishlah dan bagaimana penerapan tersebut berdampak pada perkembangan bahasa anak-anak berusia 5-6 tahun. PaudQu Daarul Ishlah adalah lembaga pendidikan Al-Qur'an untuk anak usia dini yang menekankan nilai-nilai Islami dengan menggunakan pendekatan berbasis permainan untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak melalui main konstruktif, main peran, dan main fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat menyebutkan ciri-ciri benda secara sederhana saat bermain tiga jenis permainan tersebut. Misalnya, mereka dapat mengatakan bahwa bentuk kacang hijau adalah "bulat". Anak-anak mampu mengucapkan dialog sosial seperti "Ayo makan dulu," "Ibu mau memasak," dan "Ayah berangkat kerja," selama kegiatan main peran.
Copyrights © 2026