ABSTRAK Fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan sosial siswa. Diperlukan intervensi yang komprehensif dan partisipatif untuk mengatasi fenomena perundungan (bullying). Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) dalam mengembangkan program kesehatan mental guna mencegah bullying di SMA Negeri 1 Ngemplak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang meliputi penyuluhan, pelatihan dan workshop yang diikuti oleh 30 anggota OSIS. Hasil kegiatan menunjukkan adanya pemahaman peserta mengenai bullying dan kesehatan mental, peningkatan keterampilan dasar konseling, serta kemampuan peserta dalam pembuatan program kerja yang mencegah bullying secara kontekstual dan aplikatif. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan rasa kepemilikan terhadap program dan komitmen bertanggung jawab dalam melaksanakannya. Dengan demikian, pendekatan Participatory Action Research (PAR) terbukti efektif dalam pemberdayaan siswa sebagai agen perubahan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, suportif dan inklusif. Implikasi kegiatan ini menunjukkan perlunya dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah untuk memastikan keberlanjutan program yang telah dikembangkan. Kata Kunci: Participatory Action Research, Kesehatan Mental, Bullying, Pemberdayaan Siswa. ABSTRACT The phenomenon of bullying in the school environment is a serious problem that impacts the mental health and social development of students. Comprehensive and participatory interventions are needed to address the phenomenon of bullying. This community service aims to empower the Intra-School Student Organization (OSIS) through a Participatory Action Research (PAR) approach in developing a mental health program to prevent bullying at SMA Negeri 1 Ngemplak. The method used was Participatory Action Research (PAR), which included counseling, training, and workshops attended by 30 OSIS members. The results of the activity showed participants' understanding of bullying and mental health, an increase in basic counseling skills, and the ability to create context- and application-appropriate work programs to prevent bullying. In addition, participants showed an increased sense of ownership of the program and a commitment to be responsible in implementing it. Thus, the Participatory Action Research (PAR) approach has proven effective in empowering students as agents of change in creating a safe, supportive, and inclusive school environment. The implications of this activity indicate the need for ongoing support from the school to ensure the sustainability of the program developed. Keywords: Participatory Action Research, Mental Health, Bullying, Student Empowerment.
Copyrights © 2026