Gesekan sosial antar pemeluk agama selalu ada disetiap lingkungan masyarakat yang majemuk juga termasuk dinamika sosial masyarakat. Karenanya, menghilangkan secara total sangatlah sulit tetapi berupaya menekan untuk tidak terjadi gesekan sosial sangatlah mungkin, jika dilakukan dengan kesadaran dari semua pihak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi komunikasi antarpersonal masyarakat Waraka dalam merawat kerukunan antarumat beragama. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode etnografi komunikasi. Lokasi penelitian di Waraka, kabupaten Maluku Tengah. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipatif, wawancara, dan pencatatan lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi antarpersonal masyarakat waraka terbangun melalui kegiatan muamalah, hari-hari besar keagamaan, perayaan-perayan adat dan rapat resmi. Selain itu dalam membangun komunikasi antarpersonal, masyarakat waraka menghadirkan sikap terbuka, empati, kepatuhan, dan mendayagunakan kekuatan antara satu dengan lainnya dalam menjaga keharmonisan antarpemeluk agama. Meskipun demikian, intensitas komunikasi antar masyarakat waraka tidak begitu kuat, karna ruang public seperti pasar desa dan wisata pantai sebagai tempat pertemuan berbagai komunitas agama yang ada dalam membangun hubungan komunikasi yang intes belum maksimal digunakan masyarakat. Tetapi juga tidak adanya fasilitas olahraga bagi generasi muda, sehingga menghadirkan rasa canggung satu sama lain tatkala berjumpa dalam satu kegiatan resmi ataupun sehari-hari.
Copyrights © 2024