Minimnya kesiapan sekolah Raudhatul Athfal (RA) dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko keselamatan menjadi tantangan serius dalam mewujudkan Madrasah Ramah Anak (MRA). Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan pelatihan, prosedur keselamatan yang belum baku, serta infrastruktur yang belum memadai. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru RA di Kabupaten Sleman dalam identifikasi dan manajemen risiko keselamatan melalui pelatihan berbasis komunitas dengan pendekatan Community-Based Research (CBR). Kegiatan melibatkan 30 guru anggota KKG RA Kabupaten Sleman dan dilaksanakan melalui tiga tahap utama: identifikasi kebutuhan, pelatihan, dan evaluasi dampak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta kuesioner pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan guru dengan rata-rata skor pretest sebesar 45 meningkat menjadi 82 pada posttest, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p < 0,001. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan partisipatif dan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terkait keselamatan anak di lingkungan sekolah. Program ini direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah daerah guna memperkuat implementasi Madrasah Ramah Anak di satuan RA
Copyrights © 2026