Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Garut menimbulkan kemacetan pada simpang bersinyal, terutama di Simpang Maktal yang menjadi penghubung pusat kota dengan jalur menuju wilayah selatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja simpang sebagai dasar penerapan Area Traffic Control System (ATCS). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan pada jam puncak sore untuk memperoleh data volume lalu lintas dan rasio belok. Analisis kinerja dilakukan secara manual berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) yang meliputi perhitungan arus jenuh, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, panjang antrean, dan tingkat pelayanan, serta dibandingkan dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak PTV VISSIM Student Version 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume tertinggi terjadi pada pendekat B dengan derajat kejenuhan lebih dari 0,9, yang menandakan kondisi hampir jenuh. Perhitungan manual menghasilkan tundaan rata-rata sebesar 60 detik detik per satuan mobil penumpang dengan tingkat pelayanan D - F, sedangkan simulasi menunjukkan tundaan lebih tinggi pada setiap pendekat hingga mencapai tingkat pelayanan F. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan ATCS berpotensi mengoptimalkan distribusi waktu hijau, menurunkan tundaan, serta meningkatkan efisiensi kinerja simpang bersinyal di Kabupaten Garut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang rekayasa lalu lintas, khususnya pengembangan transportasi cerdas berbasis evaluasi kinerja simpang dan simulasi mikroskopis.
Copyrights © 2026