Transportasi laut menjadi sarana utama yang sangat penting dalam memperkuat hubungan antar daerah di Indonesia, terutama bagi daerah kepulauan seperti Pulau Bawean. Salah satu layanan angkutan laut yang melayani rute Bawean–Gresik adalah Kapal Cepat Express Bahari. Penetapan tarif pada moda ini perlu memperhatikan keseimbangan antara kemampuan ekonomi dan kemauan membayar dari penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan tarif menggunakan metode Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuisioner terhadap 100 penumpang Kapal Cepat Express Bahari, yang datanya dietelaah dengan pendekatan kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata ATP penumpang adalah Rp202.565,00, sedangkan rata-rata WTP sebesar Rp191.457,00. Nilai ATP lebih tinggi dari tarif saat ini sebesar Rp200.000,00, yang berarti penumpang memiliki kemampuan membayar tarif yang berlaku. Namun, WTP lebih rendah dari tarif eksisting, menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara persepsi harga dan tarif aktual. Dengan demikian, meskipun secara ekonomi tarif masih terjangkau, perlu dilakukan evaluasi untuk memastikan tarif sesuai dengan nilai yang dirasakan oleh pengguna. Penelitian ini mendukung perumusan tarif transportasi laut yang adil dan berkelanjutan di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2026