Kabupaten Kediri termasuk wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki iklim monsun tropis dengan dua musim yang jelas, yakni musim hujan dan musim kemarau. Fluktuasi curah hujan yang tinggi pada tahun 2023, dengan total tahunan sebesar 1.330 mm dan puncak tertinggi pada bulan Februari sebesar 391 mm, berpotensi menimbulkan genangan dan banjir lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola curah hujan bulanan serta menghitung intensitas hujan jangka pendek (1, 2, 6, dan 24 jam) menggunakan metode empiris Mononobe dan Sherman, kemudian mengevaluasi potensi banjir melalui metode Rasional. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa intensitas hujan tertinggi terjadi pada Februari dengan nilai 4,842 mm/jam (durasi 1 jam), sedangkan debit puncak hasil estimasi mencapai 0,121 m³/s untuk area seluas 10 ha dengan koefisien limpasan 0,9. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, akumulasi hujan dan rendahnya kapasitas drainase dapat menimbulkan genangan pada kawasan perkotaan Kediri. Temuan ini menjadi dasar penting dalam perencanaan sistem drainase, mitigasi banjir, serta penyusunan kurva Intensitas–Durasi–Frekuensi (IDF) lokal sebagai acuan desain hidrologi wilayah.
Copyrights © 2026