Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Metode Belajar Daring untuk Pendidikan Anak Usia Dini S/D Pendidikan Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 Ahmad Ridwan; Eko Siswanto; Sony Susanto; Yosef Cahyo Setianto; Saiful Muslimin; Moch. Zaenuri Arifin
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 01 (2021): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v4i01.86

Abstract

Sosialisasi Pentingnya Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Karyawan Pabrik Semen Tuban Ahmad Ridwan; Sony Susanto; Sigit Winarno; Yosef Cahyo Setianto; Edy Gardjito; Eko Siswanto
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 01 (2021): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v4i01.87

Abstract

PENGUATAN TANAH MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BETON TAK TERPAKAI DAN BIJI PLASTIK Suwarno Suwarno; Eko Siswanto; Sulik Anam; Nugroho Aji Putra
U Karst Vol 1, No 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.946 KB) | DOI: 10.30737/u karst.v1i2.75

Abstract

Konsumsi bahan plastik tahunan dunia telah meningkat dari sekitar 5 juta ton pada 1950-an menjadi hampir 100 juta ton. Dengan demikian, saat ini 20 kali lebih banyak plastik diproduksi dibandingkan dengan 50 tahun yang lalu. Setelah sisa makanan dan limbah kertas, limbah plastik adalah utama ketiga merupakan limbah kota dan industri di kota-kota. Situasi ini semakin memburuk karena fakta bahwa mereka tidak tanggap menyadari dampak buruk limbah plastik terhadap lingkungan. Karena sejumlah besar limbah beton struktural dan periode yang sangat lama diperlukan untuk dekomposisi alami sampah plastik, keduanya merupakan komponen yang paling surit untuk diatasi sehingga mengakibatkan kerusakan serius masalah lingkungan. Hasil dari penelitian ini adalah Dalam hal kompresibilitas, disimpulkan, ada peningkatan 5,03% dalam Maximum Dry Density dari tanah biasa ketika denda ditambahkan pada 10% berat tanah pada kadar air 10,37% dan penurunan marginal dalam Maximum Dry Density dari campuran. tanah dengan peningkatan isi serat yaitu limbah serat polypropylene. Parameter kekuatan geser langsung tanah yang diperkuat dengan serat limbah polypropylene yang digunakan untuk perbaikan sifat rekayasa tanah dengan panjang 20 mm dan berat polipropilen 0,35% menurut berat sampel tanah kering ditemukan dengan kenaikan 23,77% pada sudut dari gesekan internal (Φ) dan peningkatan kohesi (c) 53,12%. KATA KUNCI: Stabilisasi Tanah, Limbah Beton Struktural, Serat Plastik Limbah 
PENGUATAN TANAH MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BETON TAK TERPAKAI DAN BIJI PLASTIK Suwarno Suwarno; Eko Siswanto; Sulik Anam; Nugroho Aji Putra
UKaRsT Vol. 1 No. 2 (2017): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/u karst.v1i2.75

Abstract

Konsumsi bahan plastik tahunan dunia telah meningkat dari sekitar 5 juta ton pada 1950-an menjadi hampir 100 juta ton. Dengan demikian, saat ini 20 kali lebih banyak plastik diproduksi dibandingkan dengan 50 tahun yang lalu. Setelah sisa makanan dan limbah kertas, limbah plastik adalah utama ketiga merupakan limbah kota dan industri di kota-kota. Situasi ini semakin memburuk karena fakta bahwa mereka tidak tanggap menyadari dampak buruk limbah plastik terhadap lingkungan. Karena sejumlah besar limbah beton struktural dan periode yang sangat lama diperlukan untuk dekomposisi alami sampah plastik, keduanya merupakan komponen yang paling surit untuk diatasi sehingga mengakibatkan kerusakan serius masalah lingkungan. Hasil dari penelitian ini adalah Dalam hal kompresibilitas, disimpulkan, ada peningkatan 5,03% dalam Maximum Dry Density dari tanah biasa ketika denda ditambahkan pada 10% berat tanah pada kadar air 10,37% dan penurunan marginal dalam Maximum Dry Density dari campuran. tanah dengan peningkatan isi serat yaitu limbah serat polypropylene. Parameter kekuatan geser langsung tanah yang diperkuat dengan serat limbah polypropylene yang digunakan untuk perbaikan sifat rekayasa tanah dengan panjang 20 mm dan berat polipropilen 0,35% menurut berat sampel tanah kering ditemukan dengan kenaikan 23,77% pada sudut dari gesekan internal (Φ) dan peningkatan kohesi (c) 53,12%. KATA KUNCI: Stabilisasi Tanah, Limbah Beton Struktural, Serat Plastik Limbah 
Analisis Intensitas Hujan dan Estimasi Debit Puncak Menggunakan Metode Mononobe Sherman dan Rasional di Kabupaten Kediri Muhammad Vicxi Pakurohtul Rohman; Eko Siswanto
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.3107

Abstract

Kabupaten Kediri termasuk wilayah di Provinsi Jawa Timur yang memiliki iklim monsun tropis dengan dua musim yang jelas, yakni musim hujan dan musim kemarau. Fluktuasi curah hujan yang tinggi pada tahun 2023, dengan total tahunan sebesar 1.330 mm dan puncak tertinggi pada bulan Februari sebesar 391 mm, berpotensi menimbulkan genangan dan banjir lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola curah hujan bulanan serta menghitung intensitas hujan jangka pendek (1, 2, 6, dan 24 jam) menggunakan metode empiris Mononobe dan Sherman, kemudian mengevaluasi potensi banjir melalui metode Rasional. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa intensitas hujan tertinggi terjadi pada Februari dengan nilai 4,842 mm/jam (durasi 1 jam), sedangkan debit puncak hasil estimasi mencapai 0,121 m³/s untuk area seluas 10 ha dengan koefisien limpasan 0,9. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun intensitas hujan tidak tergolong ekstrem, akumulasi hujan dan rendahnya kapasitas drainase dapat menimbulkan genangan pada kawasan perkotaan Kediri. Temuan ini menjadi dasar penting dalam perencanaan sistem drainase, mitigasi banjir, serta penyusunan kurva Intensitas–Durasi–Frekuensi (IDF) lokal sebagai acuan desain hidrologi wilayah.