Journal of Contemporary Gender and Child Studies
Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context (IN PRESS)

Pandangan Mahasiswa Terhadap Pemimpin yang Aktif di Media Sosial Perspektif Fiqih Siyasah

Moh Restu Hoeruman (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Aisyah Firdayanti (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Muhammad Syahdu (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Amanda Fitri Novianita (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Azim Rahman (Unknown)
Nopriyanti Nopriyanti (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Shagita Alisti (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Artia Kasuni (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Okta Tiana (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Risna Lika Amelia (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
Ferdi Ferdi (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)
M. Agung Pratama (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang)



Article Info

Publish Date
22 May 2026

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah mengubah pola komunikasi antara pemimpin dan masyarakat. Pemimpin kini dinilai tidak hanya dari kebijakan, tetapi juga dari cara mereka tampil dan berkomunikasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan mengetahui pandangan mahasiswa terhadap pemimpin yang aktif di media sosial ditinjau dari perspektif Fiqih Siyasah, menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa berpandangan cukup kritis. Mereka menilai media sosial berpotensi menjadi sarana komunikasi publik, transparansi informasi, dan penyampaian aspirasi masyarakat secara lebih terbuka. Namun, sebagian responden berpendapat penggunaan media sosial oleh pemimpin cenderung lebih berorientasi pada pencitraan dan popularitas dibanding pelaksanaan tanggung jawab kepemimpinan secara nyata. Dalam perspektif Fiqih Siyasah, kepemimpinan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan etika komunikasi demi terwujudnya kemaslahatan masyarakat. Mahasiswa tidak semata menilai pemimpin dari keaktifannya di media sosial, melainkan dari kesesuaian antara komunikasi publik dan tindakan nyata dalam menjalankan kepemimpinan. Kesimpulannya, penggunaan media sosial oleh pemimpin perlu dilakukan secara bijak, etis, dan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar membangun citra diri semata.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jcgcs

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences Other

Description

journal of contemporary gender and child studies is the study of gender and children, especially on gender and mainstreaming and childrens rights both in the ...