Pendahuluan: Sindrom metabolik (MetS) merupakan kumpulan kondisi yang mencakup obesitas sentral, dislipidemia, dan gangguan metabolisme glukosa, yang secara kolektif meningkatkan risiko penyakit kardiometabolik. Meskipun dokter muda secara klinis sering dianggap sehat, tingginya stres, pola makan yang tidak teratur, serta kurangnya aktivitas fisik dalam lingkungan pendidikan klinis dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan metabolik. Metode: Studi potong lintang ini dilakukan pada sekelompok dokter muda, dengan pengumpulan data meliputi pengukuran antropometri (lingkar perut dan indeks massa tubuh) serta pemeriksaan biomarker metabolik melalui analisis laboratorium. Uji korelasi digunakan untuk mengevaluasi hubungan antar variabel. Hasil: Ditemukan korelasi signifikan antara lingkar perut dan indeks massa tubuh dengan berbagai biomarker metabolik. Obesitas sentral secara konsisten muncul sebagai faktor dominan yang berasosiasi dengan perubahan metabolik awal. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun secara klinis belum menunjukkan gejala, populasi ini telah mengalami pergeseran fisiologis yang mengarah pada risiko metabolik. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan berkala terhadap indikator metabolik pada dokter muda. Pemanfaatan pemeriksaan antropometrik sederhana yang dikombinasikan dengan analisis biokimia dasar dapat menjadi alat skrining yang efektif. Intervensi gaya hidup berbasis institusional perlu segera diterapkan untuk mencegah progresivitas MetS di kalangan tenaga medis muda.
Copyrights © 2025