Rendahnya minat baca anak-anak di Desa Selat Nasik dipengaruhi oleh dominasi penggunaan gawai, terbatasnya akses terhadap fasilitas literasi yang menarik, dan belum optimalnya pemanfaatan perpustakaan desa sebagai ruang belajar. Kondisi ini berkontribusi pada lemahnya keterampilan literasi dasar dan minimnya keterlibatan dalam kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemanfaatan taman literasi dapat meningkatkan minat baca anak-anak di Perpustakaan Desa Selat Nasik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi lapangan yang didukung oleh tinjauan pustaka. Data primer dikumpulkan melalui observasi kegiatan taman literasi yang dilakukan selama program pengabdian masyarakat (KKN), sedangkan data sekunder diperoleh dari artikel ilmiah relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Data dianalisis melalui reduksi, kategorisasi, penyajian data, serta analisis isi dan tematik. Temuan menunjukkan bahwa penerapan kebun literasi melalui sesi membaca bersama, pendampingan literasi, dan kegiatan kreatif berbasis buku meningkatkan minat baca anak-anak, memperkuat kemampuan mereka memahami cerita, dan mendorong kunjungan ke perpustakaan desa yang lebih sering. Kegiatan terstruktur dan partisipatif yang didukung oleh lingkungan membaca yang ramah anak terbukti efektif dalam membentuk kebiasaan literasi yang lebih positif. Oleh karena itu, kebun literasi di Desa Selat Nasik memiliki potensi yang kuat untuk dikembangkan sebagai fasilitas pendidikan informal yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Copyrights © 2026