Permintaan terhadap gula di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, sedangkan produksi gula nasional masih belum mencukupi kebutuhan domestik. CV. Inovasindo Berkah Bersama sebagai salah satu produsen gula singkong berupaya meningkatkan kapasitas produksinya untuk mendukung ketersediaan gula. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko serta merumuskan mitigasi risiko pada proses distribusi gula singkong. Penelitian ini melibatkan 30 responden yang terdiri dari tenaga operasional internal perusahaan dan pihak logistik eksternal yang berperan langsung dalam proses distribusi. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk menghitung Risk Priority Number (RPN), diagram Pareto untuk menentukan prioritas risiko, serta pendekatan Ex-Ante, Interactive, dan Ex-Postdalam merumuskan strategi mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 sumber risiko utama dalam proses distribusi, dengan nilai RPN tertinggi sebesar 27,86 dan Risk Score (RS) sebesar 8,53. Berdasarkan kriteria penilaian risiko (rendah: <30; sedang: 30–60; tinggi: >60), nilai tersebut berada pada kategori risiko rendah hingga sedang, namun tetap memerlukan prioritas mitigasi pada beberapa tahapan distribusi.
Copyrights © 2026