Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya masih tinggi di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya kadar hemoglobin dalam darah, yang dapat menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga gangguan pertumbuhan dan perkembangan, khususnya pada remaja. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di Puskesmas Panunggangan Tangerang pada tanggal 31 Oktober 2023, prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 46,48%. Di SMPN 23 Tangerang, dari 141 siswi kelas 7 yang diskrining, ditemukan 22 siswi mengalami anemia ringan, 19 siswi anemia sedang, dan 1 siswi anemia berat. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi yaitu 141 orang dan sampel yaitu 58 orang. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SPSS dengan Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari variabel pengetahuan dengan p-value 0,00, dan varibel sikap dengan p-value 0,00 terdapat hubungan signifikan dengan anemia remaja putri Di SMPN 23 Tangerang. Berdasarkan hasil data pengetahuan kurang karena tidak dapatnya informasi tentang anemia dan sikap kurang karena tidak memperhatikan asupan makan dan ketaatan dalam konsumsi tablet tambah darah. Diharapkan agar siswa lebih memperhatikan asupan makanan mereka dan patuh dalam mengkonsumsi tablet tambah darah.
Copyrights © 2026