Penguasaan lahan merupakan faktor penentu utama dalam menciptakan peluang ekonomi di pedesaan, terutama di wilayah yang mengalami reforma agraria. Studi ini mengkaji hubungan antara tingkat penguasaan lahan dengan peluang kerja dan usaha rumah tangga petani di Kampung Dukuh Kaung, Desa Nanggung, Kabupaten Bogor. Dengan menggunakan desain mixed-method eksploratori sekuensial, penelitian ini menggabungkan data kualitatif dari observasi dan wawancara dengan data kuantitatif dari sensus terhadap 48 rumah tangga yang menguasai lahan eks-HGU di Blok Pasir Kolecer. Penelitian lapangan dilakukan dari Februari hingga Desember 2024. Informan kunci dipilih untuk menangkap beragam perspektif mengenai penguasaan lahan dan mata pencaharian. Korelasi peringkat Spearman digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin luas penguasaan lahan, semakin beragam pula jenis pekerjaan yang dilakukan rumah tangga, baik di sektor on-farm, off-farm, maupun non-farm. Terdapat korelasi positif sedang antara luas lahan dengan pekerjaan (p = 0,022; r = 0,330), serta dengan peluang usaha (p = 0,041; r = 0,263). Meskipun akses lahan memungkinkan diversifikasi penghidupan, keterbatasan modal dan akses pasar masih menjadi hambatan pengembangan usaha. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti kontribusi redistribusi lahan terhadap peningkatan ekonomi pedesaan dan pentingnya kebijakan yang mendukung akses terhadap sumber daya produktif dan layanan pendukung untuk memaksimalkan hasil penghidupan berbasis lahan.
Copyrights © 2025