Mohamad Shohibuddin
Centre for Agricultural and Rural Development Studies, IPB University, Jl. Raya Pajajaran, Bogor, 16144, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Land Redistribution and the Paradox of Rural Pluriactivity: The Case of Dukuh Kaung Hamlet in Bogor Regency, Indonesia Tri Ratna Chaniyatun Nisa; Mohamad Shohibuddin
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 13 No. 2 (2025): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/13202563567

Abstract

Penguasaan lahan merupakan faktor penentu utama dalam menciptakan peluang ekonomi di pedesaan, terutama di wilayah yang mengalami reforma agraria. Studi ini mengkaji hubungan antara tingkat penguasaan lahan dengan peluang kerja dan usaha rumah tangga petani di Kampung Dukuh Kaung, Desa Nanggung, Kabupaten Bogor. Dengan menggunakan desain mixed-method eksploratori sekuensial, penelitian ini menggabungkan data kualitatif dari observasi dan wawancara dengan data kuantitatif dari sensus terhadap 48 rumah tangga yang menguasai lahan eks-HGU di Blok Pasir Kolecer. Penelitian lapangan dilakukan dari Februari hingga Desember 2024. Informan kunci dipilih untuk menangkap beragam perspektif mengenai penguasaan lahan dan mata pencaharian. Korelasi peringkat Spearman digunakan untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin luas penguasaan lahan, semakin beragam pula jenis pekerjaan yang dilakukan rumah tangga, baik di sektor on-farm, off-farm, maupun non-farm. Terdapat korelasi positif sedang antara luas lahan dengan pekerjaan (p = 0,022; r = 0,330), serta dengan peluang usaha (p = 0,041; r = 0,263). Meskipun akses lahan memungkinkan diversifikasi penghidupan, keterbatasan modal dan akses pasar masih menjadi hambatan pengembangan usaha. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti kontribusi redistribusi lahan terhadap peningkatan ekonomi pedesaan dan pentingnya kebijakan yang mendukung akses terhadap sumber daya produktif dan layanan pendukung untuk memaksimalkan hasil penghidupan berbasis lahan.