BULETIN OSEANOGRAFI MARINA
Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina

Cemaran Logam Berat pada Kerang Darah (Anadara granosa) dari Perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara dan Risiko Terhadap Kesehatan Manusia

Erian Febri Satriawan (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Marsanda Marsanda (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Muhammad Ikhsan Saputra (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Mohammad Sumiran Paputungan (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Irma Suryana (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman)
Irwan Ramadhan Ritonga (Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman Laboratory of Oceanography and Engineering, Integrated Laboratory, Universitas Mulawarman)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2026

Abstract

Perairan Babulu Laut yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerang darah (Anadara granosa) di Kalimantan Timur. Wilayah perairan tersebut memiliki potensi risiko paparan logam berat yang dapat terakumulasi pada jaringan biota laut, sehingga berimplikasi terhadap timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat arsen (As), tembaga (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn) pada A. granosa serta menilai potensi risiko kesehatan akibat konsumsinya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025 di perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Analisis kandungan logam berat dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan As sebesar 0,003–0,973 mg/kg, Cu 0,064–0,133 mg/kg, Fe 2,357–4,519 mg/kg, Mn 0,102–0,205 mg/kg, dan Zn 0,736–0,991 mg/kg. Konsentrasi As, Cu, Mn, dan Zn masih berada di bawah baku mutu berdasarkan beberapa referensi, sedangkan Fe telah melampaui baku mutu yang ditetapkan oleh BPOM (2009). Nilai Estimated Daily Intake (EDI) logam As melebihi Reference Dose (RfD), sedangkan logam lainnya masih berada di bawah nilai RfD sehingga diduga berpotensi menimbulkan efek penyakit. Nilai Tolerable Hazard Quotient (THQ) dan Hazard Index (HI) <1 menunjukkan tidak adanya risiko non-karsinogenik. Namun, nilai Cancer Risk (CR) logam As >1×10⁻⁴ mengindikasikan potensi risiko karsinogenik akibat konsumsi A. granosa dari perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lingkungan pesisir terpadu dan pengawasan keamanan pangan laut, mengingat potensi risiko karsinogenik arsen (As) dari konsumsi jangka panjang A. granosa, terutama pada kelompok anak-anak.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

buloma

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Buletin Oseanografi Marina (BULOMA) adalah jurnal yang menginformasikan hasil penelitian dan telaah pustaka tentang aspek Oseanografi, Ilmu Kelautan, Biologi Laut, Geologi Laut, Dinamika Laut dan Samudera, Estuari, Kajian Enerji Alternatif, Mitigasi Bencana, Sumberdaya Alam Pesisir, Laut dan ...