Marsanda Marsanda
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cemaran Logam Berat pada Kerang Darah (Anadara granosa) dari Perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara dan Risiko Terhadap Kesehatan Manusia Erian Febri Satriawan; Marsanda Marsanda; Muhammad Ikhsan Saputra; Mohammad Sumiran Paputungan; Irma Suryana; Irwan Ramadhan Ritonga
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.82217

Abstract

Perairan Babulu Laut yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dikenal sebagai salah satu sentra produksi kerang darah (Anadara granosa) di Kalimantan Timur. Wilayah perairan tersebut memiliki potensi risiko paparan logam berat yang dapat terakumulasi pada jaringan biota laut, sehingga berimplikasi terhadap timbulnya gangguan kesehatan pada masyarakat yang mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat arsen (As), tembaga (Cu), besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn) pada A. granosa serta menilai potensi risiko kesehatan akibat konsumsinya. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025 di perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Analisis kandungan logam berat dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan kandungan As sebesar 0,003–0,973 mg/kg, Cu 0,064–0,133 mg/kg, Fe 2,357–4,519 mg/kg, Mn 0,102–0,205 mg/kg, dan Zn 0,736–0,991 mg/kg. Konsentrasi As, Cu, Mn, dan Zn masih berada di bawah baku mutu berdasarkan beberapa referensi, sedangkan Fe telah melampaui baku mutu yang ditetapkan oleh BPOM (2009). Nilai Estimated Daily Intake (EDI) logam As melebihi Reference Dose (RfD), sedangkan logam lainnya masih berada di bawah nilai RfD sehingga diduga berpotensi menimbulkan efek penyakit. Nilai Tolerable Hazard Quotient (THQ) dan Hazard Index (HI) <1 menunjukkan tidak adanya risiko non-karsinogenik. Namun, nilai Cancer Risk (CR) logam As >1×10⁻⁴ mengindikasikan potensi risiko karsinogenik akibat konsumsi A. granosa dari perairan Babulu Laut Penajam Paser Utara. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lingkungan pesisir terpadu dan pengawasan keamanan pangan laut, mengingat potensi risiko karsinogenik arsen (As) dari konsumsi jangka panjang A. granosa, terutama pada kelompok anak-anak.
Analisis Kandungan Logam Cadmium (Cd) Dan Timbal (Pb) Pada Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta) Yang Ditangkap Di Perairan Balikpapan Marsanda Marsanda; Nurfadilah Nurfadilah; Irwan Ramadhan Ritonga
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 2 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i2.77910

Abstract

Ikan kembung lelaki  (Rastrelliger kanagurta) adalah salah satu komoditas perikanan yang banyak dikonsumsi di Kalimantan Timur karena kandungan gizinya yang tinggi, namun sering kali ikan yang dikonsumsi mengandung logam berat. Kota Balikpapan memiliki kondisi aktivitas antropogenik/industri yang cukup tinggi yang dapat mempengaruhi konsentrasi logam berat. Penelitian ini dilakukan di daerah penangkapan nelayan biasa disebut rumpon yang berada di Perairan Balikpapan (1°30'42.49"S; 116°59'2.74"E), Kalimantan Timur dan penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2024 hingga April 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam Pb dan Cd pada organ ikan kembung (daging, insang, dan organ dalam) berdasarkan ukuran ikan (kecil, sedang, besar), serta mengevaluasi potensi risiko kesehatannya terhadap manusia. Analisis logam menggunakan alat Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) dengan menggunakan berat basah sampel, sedangkan penilaian risiko dilakukan melalui estimasi asupan harian (EAH), Target Hazard Quotient (THQ), dan Risiko Kanker (RK). Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata Pb sebesar 0,239 mg/kg dan Cd sebesar 0,032 mg/kg pada organ dalam pada ikan. Konsentrasi Pb tertinggi ditemukan pada organ dalam namun masih berada di bawah ambang batas nasional dan internasional (0,3 mg/kg), sementara konsentrasi Cd pada organ dalam ikan besar melebihi ambang batas yang ditetapkan Komisi Eropa (0,05 mg/kg). Nilai THQ < 1 menunjukkan bahwa konsumsi daging ikan tidak menimbulkan risiko non-karsinogenik yang signifikan, dan nilai RK untuk logam Cd tetap berada pada kategori risiko rendah (< 1×10⁻⁴) untuk semua kelompok usia. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan rutin terhadap cemaran logam berat pada sumber pangan laut di wilayah pesisir yang terdampak aktivitas industri.