Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan marketplace yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024, yaitu PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Global Digital Niaga Tbk (BLIBLI). Analisis dilakukan dengan menggunakan rasio likuiditas (Current Ratio), profitabilitas (Return on Assets), dan solvabilitas (Debt to Equity Ratio) melalui pendekatan Signaling Theory. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan purata tahunan dari data laporan keuangan triwulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga emiten memiliki ketahanan likuiditas yang sangat pruden dan struktur modal yang konservatif. Meskipun rasio profitabilitas secara konsisten masih mencatatkan nilai negatif akibat strategi penetrasi pasar yang agresif dan tingginya biaya akuisisi pelanggan, terdapat tren perbaikan kinerja secara longitudinal. Hal ini memberikan sinyal positif bagi investor bahwa industri ekosistem digital sedang bertransisi menuju fase pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth) melalui kebijakan efisiensi biaya operasional (cost leadership).
Copyrights © 2026