Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kategori tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh pewara. Selain itu, studi ini juga bermaksud menjelaskan fungsi lokusi dan ilokusi dari setiap tindak tutur yang muncul, serta melakukan analisis komparatif untuk menguraikan persamaan dan perbedaan jenis serta fungsi tindak tutur ilokusi para pewara pada kedua acara tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparatif kualitatif dengan pendekatan analisis interaktif yaitu proses analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Melalui tahapan tersebut, peneliti melakukan analisis komparatif untuk mengevaluasi persamaan dan perbedaan fungsi tindak tutur ilokusi serta lokusi yang digunakan oleh pewara. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa jenis tindak tutur ilokusi yang terjadi pada pewara Prominent Awards 2025 meliputi tindak tutur asertif dengan jumlah 35 tuturan, direktif 66 tuturan, ekspresif 31 tuturan, deklaratif 30 tuturan, dan tidak ada tindak tutur komisif. Di sisi lain, pewara Malam Anugrah Free Fire Awards 2025 menunjukkan adanya 66 tuturan asertif, 59 tuturan direktif, 2 tuturan komisif, 28 tuturan ekspresif, dan 29 tuturan deklaratif. Dalam hal fungsi lokusi, pewara Prominent Awards 2025 paling banyak menggunakan fungsi ajakan dengan total 38 tuturan, sementara pewara Malam Anugrah Free Fire Awards 2025 lebih banyak berfokus pada fungsi penyampaian informasi dan pengumuman. Untuk fungsi ilokusi, pewara Prominent Awards 2025 didominasi oleh fungsi direktif, sedangkan pewara Malam Anugrah Free Fire Awards 2025 lebih didominasi oleh fungsi representatif. Temuan ini mengindikasikan adanya kesamaan dan perbedaan dalam penggunaan tindak tutur di antara komunikasi pewara pada kedua acara tersebut.
Copyrights © 2026