Fenomena kesalahan berbahasa dapat muncul di media sosial. Salah satunya yakni di aplikasi X pada akun @tirta_cipeng yang menggunakan ragam bahasa informal. Ragam tersebut kerap mengandung kesalahan diksi dan interferensi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan diksi dan interferensi bahasa pada cuitan akun X @tirta_cipeng. Metode penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Analisis data secara interaktir berdasarkan teori diksi Gorys Keraf dan teori interferensi bahasa Uriel Weinreich. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan diksi didominasi penggunaan kata tidak baku dan istilah asing sebanyak enam data, sementara interferensi bahasa didominasi leksikal bahasa Jawa sebanyak delapan data. Ditemukan juga dua data yang mengandung kedua fenomena bahasa tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa pada media sosial bersifat informal, dinamis, dan dipengaruhi oleh kebiasaan bilingual penuturnya.
Copyrights © 2026