Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Candi Bojong Emas oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung dalam upaya pelestarian dan pengembangan potensi wisata budaya. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori manajemen George R. Terry (POAC) yang mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengontrolan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Candi Bojong Emas belum berjalan optimal. Pada aspek perencanaan, belum terdapat rencana pengelolaan jangka panjang yang terarah; sedangkan pada pengorganisasian, belum terbentuk struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas antara dinas, desa, dan pengelola lokal. Aspek pelaksanaan masih menghadapi keterbatasan anggaran, sarana prasarana, serta minimnya partisipasi masyarakat. Sementara itu, aspek pengontrolan dilakukan secara berkala, namun belum berkesinambungan karena status hukum Candi Bojong Emas belum ditetapkan secara resmi sebagai cagar budaya. Secara keseluruhan, pengelolaan Candi Bojong Emas masih memerlukan penguatan koordinasi lintas instansi, percepatan penetapan status hukum, peningkatan dukungan anggaran, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat mewujudkan pengelolaan cagar budaya yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi aspek budaya, pendidikan, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Copyrights © 2026