ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1992: HARIAN SURABAYA POS

MEWASPADAI INEFISIENSI SEKOLAH DASAR

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Apr 2010

Abstract

       Kesibukan Sekolah Dasar (SD) seperti tidak pernah habis-habisnya; setelah pelaksanaan Ebtanas berakhir maka saat ini teman-teman pengelola SD dihadapkan pada kesibukan baru, yaitu penerimaan siswa baru. Dua peristiwa tahunan ini sama-sama "memusingkan" para guru dan kepala sekolah; apabila pada Ebtanas mereka "pusing" memikirkan agar anak didiknya dapat lulus dengan nilai yang "benar" (bukan katrolan), sedangkan pada penerimaan siswa baru sekarang ini mereka "pusing" karena khawatir sekolahnya tidak laku di pasaran sehingga tidak mendapat siswa baru dalam jumlah yang memadai.          Kekhawatiran  teman-teman guru dan kepala sekolah tersebut memang cukup beralasan; belajar dari pengalaman tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya  dalam kurun waktu tiga atau empat tahun yang terakhir ini ternyata banyak SD tidak sanggup "menggaet" siswa baru dalam jumlah yang layak dan memadai.          Tahun lalu banyak SD di  Jawa Timur, Jawa Tengah,  dan wilayah-wilayah lain yang hanya mendapatkan belasan siswa baru, bahkan ada yang tidak sanggup meraih sepuluh siswa baru, meskipun sarana gedungnya telah dipersiapkan untuk menampung 40 siswa per kelasnya.  Akibatnya banyak sekolah yang "gulung tikar";  siswanya sedikit, gurunya menganggur, gairah belajar menurun, dan sebagainya. Bebe rapa SD terpaksa mengadakan aksi tutup buku karena tidak sanggup mendayung perahu lebih jauh lagi.  Peristiwa se-perti inilah  yang sangat dikhawatirkan oleh teman-teman guru serta kepala sekolah; khususnya sekolah swasta yang hidup-matinya lebih mengandalkan jumlah siswa.

Copyrights © 1992