Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI TKJ 3 SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru. Hasil tes awal menunjukkan sebagian besar siswa belum mampu melakukan interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan soal rutin, serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yag digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek sebanyak 29 siswa. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan siswa serta tes kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis secara kuantitatif berdasarkan hasil tes pada setiap indikator berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL mampu meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta berdiskusi, bekerja sama, dan mempresentasikan hasil. Selain itu, kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan, ditandai dngan bertambahnya jumlah siswa pada kualifikasi baik dari 0 pada tes awal menjadi 10 orang pada siklus II, serta tidak adanya siswa pada kualifikasi kurang sekali.
Copyrights © 2026