Matematika sering diajarkan secara abstrak di sekolah sehingga siswa sulit memahami konsepnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep-konsep matematika dalam proses pembuatan layangan bebean Bali dan mengkaji potensinya sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual, yaitu mengamati langsung praktik budaya dari tiga video tutorial pembuatan layangan bebean di YouTube. Data dianalisis melalui reduksi data, pemberian kode, dan penafsiran. Hasil penelitian menemukan delapan konsep matematika yang terintegrasi secara alami dalam proses pembuatan layangan, yaitu: garis dan sudut, pengukuran panjang dan satuan, bangun datar dan luas, teorema Pythagoras, simetri lipat dan refleksi, perbandingan dan skala, keliling dan penjumlahan, serta trigonometri sederhana. Konsep-konsep ini dipraktikkan secara intuitif oleh para perajin tanpa melalui pendidikan formal, yang menegaskan bahwa matematika tumbuh dari aktivitas budaya masyarakat. Simpulannya, layangan bebean Bali memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran matematika yang bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan uji coba langsung di lapangan dan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis layangan bebean.
Copyrights © 2026