Proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC) memiliki tingkat kompleksitas dan ketidakpastian tinggi sehingga rentan mengalami perubahan struktur biaya akibat Unforeseen Condition. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan koefisien Direct Cost dan Indirect Cost pada Proyek EPC Lawe-Lawe Facilities RDMP RU V Balikpapan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus tunggal melalui analisis dokumen RABOP pada empat fase proyek. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan koefisien biaya (K) dan korelasi Spearman. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan koefisien biaya proyek (K = Indirect Cost / Direct Cost) sebagai indikator evaluasi dinamika struktur biaya proyek EPC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien K meningkat dari 0,072 menjadi 0,136 saat terjadi Unforeseen Condition, kemudian menurun menjadi 0,100 setelah dilakukan penanganan. Hasil uji Spearman menghasilkan koefisien sebesar 0,82 dengan nilai p-value 0,041 yang mengindikasikan adanya kecenderungan hubungan positif antara Unforeseen Condition dan peningkatan Indirect Cost. Penelitian ini merekomendasikan struktur biaya proyek EPC yang lebih adaptif dengan komposisi Direct Cost ±78%, Indirect Cost ±12%, serta contingency sebagai mitigasi risiko dan pendekatan early warning system dalam pengendalian biaya proyek EPC.
Copyrights © 2026