Gangguan petir merupakan salah satu penyebab utama menurunnya keandalan sistem transmisi tenaga listrik, khususnya pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Jalur transmisi Wotu–Masamba merupakan salah satu jalur dengan tingkat gangguan petir tertinggi di Sulawesi, dengan tingkat kerapatan sambaran petir mencapai 1,5031 sambaran/km²/tahun dan arus puncak melebihi 230 kA. Penelitian ini mengembangkan formula Risk Score berbobot multi-parameter yang menggabungkan resistansi pentanahan (bobot wR = 0,4), frekuensi sambaran petir (bobot wS = 0,35), dan kerapatan sambaran petir (bobot wK = 0,25) sebagai basis optimasi Genetic Algorithm. Konfigurasi GA menggunakan populasi 100 individu, probabilitas crossover pc = 0,8, probabilitas mutasi pm = 0,05, serta strategi elitisme yang mempertahankan 2 individu terbaik per generasi. Dari 170 tower transmisi, 31 tower kandidat disaring menggunakan ambang batas konservatif R > 5 Ω atau frekuensi sambaran di atas rata-rata. GA mencapai konvergensi pada generasi ke-60 dengan nilai fitness terbaik 370,66, mengidentifikasi 7 tower prioritas untuk pemasangan TLA. Tower 72 menempati peringkat tertinggi dengan Risk Score 119,66. Penerapan TLA tipe Siemens Energy 3EV1 EGLA pada tower terpilih bertujuan mencegah flashover dan backflashover serta meningkatkan indeks keandalan sistem transmisi.
Copyrights © 2026