Apabila perjalanan pendidikan pada tahun 1991 ini telah dibuka secara mantap dengan diresmikannya "lembaga pendidikan" yang baru, yaitu Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) ternyata dalam perkembangan selanjutnya justru terjadi fenomena penggugatan terhadap eksistensi lembaga pendidikan yang sudah ada. Pada tahun 1991 ini IKIP lah yang terkena sasaran penggugatan tersebut.        Berbagai media massa di negara kita sempat memberitakan perihal akan diakhirinya masa hidup IKIP; konon sebanyak 10 IKIP Negeri akan segera "dibubarkan" dengan cara diubah statusnya menjadi universitas. Meski sempat dibantah oleh yang bersangkutan konon berita klasik yang diaktualisasi ini justru bersumber dari Direktur Jendral Dikti Depdikbud, Soekadji Ranoewihardjo. Sebenarnya berita mengenai gugatan terhadap eksistensi IKIP itu sen-diri bukanlah merupakan berita yang baru; tetapi berita tersebut menjadi sangat menarik perhatian dikarenakan (konon) sumbernya adalah orang nomer satu dalam urusan pendidikan tinggi di negeri ini.        Lepas dari mana sumber berita tersebut maka sebe-lum terekspose secara massa sesungguhnya gosip mengenai akan segera di-"KO"-nya IKIP memang sudah beredar secara terbatas di kalangan kampus, terutama di kalangan penge-lola IKIP; ada yang menyebutkan bahwa IKIP akan digabung ke universitas sebagai FKIP, ada yang menyebutkan IKIP akan dikurangi populasinya, bahkan ada yang menyebutkan IKIP akan ditutup sama sekali.Â
Copyrights © 1991