Penelitian ini mengkaji konstruksi realitas gaib dalam rubrik "Jumat Misteri" di Harian Vokal dengan menggunakan model analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Tujuannya untuk menganalisis bagaimana fenomena paranormal dikonstruksi sebagai fakta jurnalistik melalui empat struktur framing yang terintegrasi: sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, dengan hipotesis bahwa keempat struktur tersebut bekerja secara sinergis untuk menyajikan peristiwa transendental bukan sekadar sebagai cerita rakyat, melainkan sebagai wacana berita yang layak dan faktual bagi pembaca lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing, berfokus pada empat berita pertama yang terbit pada Januari-Februari 2015, meliputi liputan di Rusunawa Tangkerang, Taman Makam Pahlawan Simpang Tiga, Jembatan Siak I, dan Komplek Makam Marhum Pekan, dengan data primer berupa teks berita dan data sekunder dari catatan redaksi. Temuan penelitian mengungkapkan sinergi keempat struktur framing dalam mengonstruksi wacana gaib. Struktur sintaksis merancang alur naratif yang sensasional dan diakhiri tausiah, sementara struktur skrip melengkapi unsur kelengkapan berita dengan menempatkan entitas gaib setara narasumber manusia. Struktur tematik merangkai argumen berbasis logika sebab-akibat, dan struktur retoris memanfaatkan diksi khas serta foto "penampakan" untuk pengesahan. Integrasi ini melahirkan genre paranormal journalism yang melegitimasi realitas transendental sebagai wacana bernilai berita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Harian Vokal berhasil mengonstruksi realitas gaib sebagai wacana jurnalistik yang kredibel, serta berkontribusi pada pengembangan kajian analisis framing dengan objek material jurnalisme gaib dan pemahaman tentang strategi wacana media lokal dalam merespons preferensi audiens.
Copyrights © 2026