Abraham Harold Maslow dilahirkan pada 1 April 1908 di Brooklyn, New York. Ia merupakan anak pertama dari tujuh saudara dari keluarga Yahudi tak terdidik yang merupakan imigran dari Rusia. Gelar BA, MA dan PhD dalam bidang Psikologi dari Universitas Wisconsin. Buku terkenal yang ditulis antara lain Toward a Psychology of Being, Motivation and Personality, The Further Reaches of Human Nature dan beberapa artikel yang dimuat dalam Journal of Humanistic Psychology. Teori yang terkenal dari Maslow adalah hirarki kebutuhan. Teori Maslow menyatakan bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki. Kebutuhan-kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, keselamatan dan keamanan, sosial, harga diri dan aktualisasi diri. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal dan bebas dari rasa sakit. Kebutuhan keselamatan dan keamanan adalah kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, yaitu ancaman dari kejadian atau lingkungan. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan akan interaksi, afiliasi, teman dan cinta. Kebutuhan harga diri adalah kebutuhan akan penghargaan diri dan penghargaan dari orang lain. Kebutuhan akutualiasasi diri adalah kebutuhan akan optimalisasi penggunaan kemampuan, keahlian dan potensi. Maslow mengasumsikan bahwa orang berusaha memenuhi kebutuhan yang lebih baik pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (aktualisasi diri). Kebutuhan yang telah dipenuhi mereda daya motivasinya. Maslow menganggap bahwa orang mempunyai keinginan untuk maju. Asumsi ini mungkin benar bagi sebagian karyawan, tetapi tidak bagi karyawan lainnya. Kebenaran teori ini masih dipersoalkan, karena tidak diuji secara ilmiah oleh Maslow. Maslow hanya menerangkan bahwa orang dewasa telah memenuhi 85 % kebutuhan fisiologisnya, 70 % kebutuhan keselamatan dan keamanan, 50 % kebutuhan sosial, 40 % kebutuhan harga diri, dan 10 % kebutuhan aktualisasi diri. Para pengkritik yakin bahwa pemikiran tentang ukuran pemuasan seperti itu, tidak masuk akal jika berbicara tentang pemuasan pekerja kasar. Para pekerja kasar hanya berusaha agar tetap hidup. Kebutuhan yang mengutamakan kebutuhan untuk bertahan hidup, yaitu kecukupan psikologis apapun risikonya tetap akan berusaha dicapainya. Penekanan pada kebutuhan ini menyebabkan manusia semakin rakus dan itulah dasar dari kapitalisme sekarang ini. âPraktek bisnis dengan budaya kapitalis tengah berada dalam krisis sebagai monster yang memangsa dirinya sendiri. Kapitalisme dan bisnis dengan dasar kapitalisme tidak akan berkelanjutan dan tidak mempunyai masa depan â kata Zohar dan Marshall. Pada akhir hidupnya, Abraham Maslow sendiri merasa bahwa sesungguhnya piramida kebutuhannya tersebut membuat orang rakus seperti sekarang ini. Maslow merevisi piramida kebutuhannya, yaitu piramida kebutuhan yang benar adalah terbalik, sehingga kebutuhan yang harus diutamakan adalah kebutuhan aktualisasi diri, yang menjunjung tinggi nilai, standar moral, keyakinan dan kebaikan serta bermanfaat bagi manusia lain.
Copyrights © 2006