Kelelahan kerja merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya pada pengemudi bus. Kondisi kelelahan dapat menurunkan konsentrasi, meningkatkan rasa kantuk, serta memperlambat waktu reaksi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan manusia (human error) saat mengemudi. Observasi awal terhadap 10 sopir bus menunjukkan adanya gejala kelelahan seperti penurunan konsentrasi, rasa kantuk, dan kesalahan ringan saat mengemudi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan keterlambatan reaksi, kesalahan menginjak pedal, serta ketidaktepatan dalam memperkirakan jarak kendaraan di depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh sopir bus AKDP dan AKAP yang beroperasi di Terminal Tipe A Dungingi sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Ordinal dengan tingkat signifikansi ? < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kelelahan kerja terhadap human error pada sopir bus dengan nilai p-value = 0,001. Nilai Pseudo R-Square Nagelkerke sebesar 0,406 menunjukkan bahwa kelelahan kerja mampu menjelaskan 40,6% variasi human error yang terjadi pada sopir bus di Terminal Tipe A Dungingi. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kelelahan kerja berpengaruh signifikan terhadap terjadinya human error pada sopir bus. Oleh karena itu, pihak terminal disarankan untuk mengatur jadwal kerja dan waktu istirahat sopir serta meningkatkan pemeriksaan kesehatan dan pelatihan keselamatan kerja guna meminimalkan risiko human error.
Copyrights © 2026