Early-age marriage adalah pernikahan yang dilakukan oleh sepasang laki-laki dan perempuan remaja. Early-age marriage masih sangat populer di kalangan masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini untuk menganalisis determinan fenomena early-age marriage seperti tingkat pendidikan, pengetahuan, hamil di luar nikah, budaaya, tingkat ekonomi, media sosial, peran orang tua, dan peran teman sebaya di Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasangan yang menikah pada tahun 2022 di Kabupaten Gorontalo yaitu berjumlah 246 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p-value = 0,000 < ? 0,05), pengetahuan (p-value = 0,000 < ? 0,05), hamil di luar nikah (p-value = 0,000 < ? 0,05), dan tingkat ekonomi (p-value = 0,002 < ? 0,05) dengan fenomena early-age marriage di Kabupaten Gorontalo. Tidak ada hubungan antara budaya ((p-value = 0,217 > ? 0,05), media sosial (p-value = 0,647 > ? 0,05), peran orang tua (p-value = 0,464 > ? 0,05), peran teman sebaya (p-value = 0,194 > ? 0,05) dengan fenomena early-age marriage di Kabupaten Gorontalo.
Copyrights © 2026