Sudah sekitar tiga empat minggu yang lalu hasil Ebtanas SMTP diumumkan; bahkan hasil penerimaan siswa baru di SMTA yang nota bene menggunakan NEM SMTP pun telah diumumkan pula; tetapi sampai kini masih ada pertanyaan yang belum terjawab secara tuntas, yaitu mengapa hasil Ebtanas siswa SMTP berkecenderungan menurun.      Sebagai ilustrasi NEM yang tertinggi pada siswa SMTP se-kodya Semarang tahun yang lalu mencapai angka di atas 54,00; sementara untuk tahun ini NEM yang tertinggi hanya menunjuk pada angka 52,92. NEM rata-rata sekolah yang tertinggi pun ternyata juga mengalami penurunan. Tahun ini NEM rata-rata sekolah yang tertinggi hanya men capai 42,85; pada hal setahun yang lalu angkanya di atas 43,50.       Sebagai informasi yang lebih lengkap untuk tahun ini ada siswa yang NEM-nya hanya bersikutat di sekitar angka 22,00; sedangkan pada sisi yang lain ada sekolah yang NEM rata-rata siswanya hanya mencapai angka 22,77. Nah ...., dapat kita hitung bersama betapa rendahnya NEM rata-rata untuk setiap mata pelajaran yang diEbtanaskan.      Keadaan seperti tersebut, yang menunjukkan adanya penu-runan pencapaian hasil Ebtanas oleh siswa, ternyata dialami pula oleh banyak daerah lain di wilayah Propinsi Jawa Tengah pada khususnya dan di negara kita pada umumnya. Akhirnya muncullah sebuah pertanyaan yang bernada "evaluatif", mengapa hasil Ebtanas SMTP untuk tahun ini mengalami penurunan?
Copyrights © 1989