Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan secara paripurna, termasuk pelayanan kefarmasian yang diselenggarakan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Pelayanan kefarmasian yang optimal memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mampu baik dari segi jumlah maupun kompetensi. Perencanaan kebutuhan tenaga kefarmasian menjadi hal penting untuk menjamin efektivitas dan efisiensi pelayanan kesehatan di rumah sakit. Salah satu metode yang digunakan dalam perencanaan kebutuhan SDM kesehatan adalah metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN), yaitu metode perhitungan kebutuhan energi berdasarkan beban kerja nyata. Metode ini dinilai lebih rasional, realistis, dan mudah diterapkan dalam menentukan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan aktivitas pelayanan yang dilakukan. Dengan penerapan metode WISN, rumah sakit dapat mengetahui keseimbangan antara jumlah tenaga kefarmasian dengan beban kerja yang ada sehingga dapat meminimalisir terjadinya kekurangan maupun kelebihan tenaga kerja. Oleh karena itu, analisis kebutuhan tenaga kefarmasian menggunakan metode WISN penting dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian serta mendukung tercapainya tujuan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
Copyrights © 2026