Jurnal Kolaboratif Sains
Vol. 9 No. 5: Mei 2026

Penggunaan AI dalam Analisis Perilaku Digital untuk Prediksi Gangguan Mental: The Use of AI in Digital Behavior Analysis for Predicting Mental Disorders

Atikah Cahayani Muharram (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No.62, Gomong, Kec. Selaparang Mataram, West Nusa Tenggara)
Rahmadia Siti Meisyarah (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No.62, Gomong, Kec. Selaparang Mataram, West Nusa Tenggara)
Raden Roro Rianti Yusuf (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No.62, Gomong, Kec. Selaparang Mataram, West Nusa Tenggara)



Article Info

Publish Date
26 May 2026

Abstract

Perkembangan teknologi digital menyebabkan meningkatnya penggunaan smartphone dan media sosial yang menghasilkan jejak digital dalam jumlah besar. Jejak digital tersebut dapat mencerminkan pola aktivitas, interaksi sosial, penggunaan bahasa, serta perubahan perilaku individu. Dalam bidang kesehatan mental, artificial intelligence (AI) berpotensi digunakan untuk menganalisis perilaku digital sebagai indikator awal gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, psikosis, dan risiko bunuh diri. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan AI dalam analisis perilaku digital untuk prediksi gangguan mental, termasuk jenis data yang digunakan, metode analisis, temuan penelitian terdahulu, kelebihan, keterbatasan, serta isu etik dalam penerapannya. Penulisan ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai AI, digital phenotyping, machine learning, natural language processing, perilaku digital, dan prediksi gangguan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku digital, baik berupa data aktif maupun pasif, dapat digunakan sebagai indikator kesehatan mental. Data aktif meliputi laporan suasana hati, kuesioner psikologis, dan jurnal emosi, sedangkan data pasif mencakup pola penggunaan smartphone, mobilitas, aktivitas media sosial, pola tidur, serta bahasa dalam komunikasi daring. AI melalui machine learning, deep learning, dan natural language processing mampu mengidentifikasi pola perilaku digital yang berhubungan dengan gangguan mental. Model multimodal yang menggabungkan data teks, sensor smartphone, aktivitas digital, dan pola temporal cenderung memiliki kemampuan prediksi yang lebih baik dibandingkan model yang hanya menggunakan satu jenis data. AI memiliki potensi besar dalam mendukung deteksi dini, prediksi risiko, dan pemantauan gangguan mental secara objektif, cepat, dan berkelanjutan. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan validitas klinis, interpretabilitas model, bias algoritma, serta isu privasi dan keamanan data. Oleh karena itu, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu yang tetap dikombinasikan dengan penilaian profesional tenaga kesehatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JKS

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Education Environmental Science Health Professions Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Other

Description

Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan ...