ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1990: HARIAN YOGYA POS

ANCAMAN "INVISIBLE UNEMPLOYED"

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Jul 2010

Abstract

Pintu kesempatan bagi lulusan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), termasuk lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG), yang ingin mengabdi menjadi guru SD di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah dibuka lebar. Bagi yang berminat kesempatan mendaftarkan diri dibuka dari tanggal 26 s/d 29 Agustus 1991; dan bagi yang bernasib baik akan diangkat menjadi guru pada SD-SD Negeri yang dipandang masih perlu mendapatkan tambahan guru. Good News! Dibukanya pintu kesempatan tersebut ki ranya merupakan berita yang baik; bagi upaya peningkatan mutu maka makin banyak guru -mestinya- akan semakin baik mutu lulusan yang dihasilkan oleh lembaga SD, sementara itu bagi para lulusan LPTK yang masih menganggur belum memperoleh kesempatan mengamalkan ilmunya maka atas dibu kanya kesempatan tersebut setidak-tidaknya dapat membuka harapan baru. Meskipun demikian, di kalangan masyarakat sendiri -khususnya masyarakat SD- bersamaan dengan dibu-kanya kesempatan tersebut timbul pertanyaan besar; yaitu apakah memang DIY masih mengalami kekurangan guru SD se-hingga masih perlu menerima atau menambah guru baru. Pertanyaan tersebut tentu saja sangat wajar serta tidak berlebih-lebihan. Bukankah di berbagai media massa akhir-akhir ini gencar diberitakan mengenai relatif ba-nyaknya SD yang kekurangan siswa? Lebih dari itu bahkan beberapa SD terpaksa ditutup dikarenakan tidak mendapat siswa dalam jumlah yang layak. Dengan demikian dibukanya penerimaan guru SD memang berkesan antagonistik.

Copyrights © 1990