Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang sering disertai kecemasan tinggi dan berpotensi menimbulkan perilaku kekerasan. Upaya penatalaksanaan non-farmakologis seperti aromaterapi lavender menjadi alternatif yang aman untuk menurunkan kecemasan melalui stimulasi sistem saraf parasimpatis dan regulasi sistem limbik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aromaterapi lavender efektif menurunkan kecemasan pada pasien yang dapat memberikan efek relaksasi dan menurunkan kecemasan pada pasien skizofrenia melalui stimulasi sistem limbik yang berperan dalam pengaturan emosi. Namun, studi yang secara khusus mengkaji penggunaan aromaterapi lavender pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada lima pasien skizofrenia tak terinci yang dirawat di Bangsal Sena RSJD Dr. Arif Zainuddin Surakarta. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan masalah keperawatan risiko perilaku kekerasan dan tidak mengalami gangguan pendengaran maupun bicara. Intervensi aromaterapi lavender diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali perhari selama ±15 menit. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor kecemasan seluruh responden, dari kategori sedang menjadi ringan. Pasien melaporkan peningkatan rasa tenang, rileks, dan kemampuan kontrol emosi setelah terapi. Aromaterapi lavender efektif menurunkan tingkat kecemasan pada pasien skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi komplementer yang mendukung pendekatan keperawatan jiwa holistik berbasis evidence-based practice.
Copyrights © 2026